Harley Davidson kini telah menjadi legenda dunia otomotif yang fenomenal. Keberadaan merek ‘Harley Davidson’ menjadi ikon penting dalam sejarah perkembangan motor besar. Selain unggul dalam hal kecanggihan teknologi, perusahaan pemilik merek tersebut juga memiliki keunggulan dalam strategi pemasaran. Merek ‘Harley Davidson mendapatkan apresiasi yang sangat tinggi dari masyarakat. Hal ini bisa dilihat dari tingkat awareness, adanya asosiasi merek, dan basis pelanggan yang sangat loyal.
Sejarah perkembangan keberhasilan merek ‘Harley Davidson’ cukup panjang. Merek motor besar ini lahir dari ide cerdas dua orang, yaitu William Harley dan Arthur Davidson. Tujuan awal terciptanya motor Harley Davidson adalah untuk menakhlukkan jalan menanjak yang terdapat di wilayah Milwaukee, Winconsin, Amerika Serikat. Motor Harley Davidson generasi pertama tersebut memiliki mesin satu silinder yang memiliki kapasitas 60cc. Namun seiring dengan perkembangan teknologi, motor Harley Davidson kemudian mengalami banyak perombakan untuk mendapatkan kualitas penampilan yang terbaik. Salah satu usaha perombakan tersebut adalah diciptakannya mesin ‘V-Twins’, yaitu mesin dua silinder konfigurasi ‘V’ dengan sudut kemiringan 45° dan kapasitas mesin sebesar 790cc.
Desain motor yang unik, klasik, dan artistik menjadi daya tarik yang kuat bagi penggemar motor Harley Davidson. Daya tarik tersebut memberikan kesan atau citra menawan, gagah, dan eksklusif bagi siapa saja yang mengendarai motor besar tersebut. Motor Harley Davidson sangat cocok digunakan bagi siapa saja yang suka bergaya, sebab motor ini memiliki penampilan yang sangat menarik. Walaupun ukuran motor Harley Davidson relatif besar dan berat, namun sangat nyaman dan ringan saat dikendarai, hampir seperti saat mengendarai sebuah mobil mewah. Selain itu, daya tarik lain motor Harley Davidson adalah suara mesinnya yang khas dan melegenda, yang tidak bisa ditiru secara persis oleh motor jenis apapun.
Motor Harley Davidson memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya berbeda dengan motor-motor besar lainnya. Keunggulan tersebut terletak pada modifikasi dan aksesoris penunjangnya. Modifikasi yang dilakukan pada motor Harley Davidson terus mengalami perkembangan dan kemajuan. Aksesoris penunjang tidak hanya digunakan untuk penampilan motor saja, tetapi juga untuk pengendaranya. Bagi sebagian besar pengendara motor besar tersebut, aksesoris sudah menjadi perlengkapan yang wajib dikenakan saat berkendara.
Ada enam aksesoris yang umumnya digunakan oleh pengendara motor Harley Davidson. Pertama, celana panjang, untuk pelindung dari berbagai macam benda dari depan, gesekan dengan aspal, dan juga knalpot yang sangat panas. Kedua, jaket kulit, untuk melindungi dada dari terpaan angin dan anggota badan dari gesekan aspal. Ketiga, sepatu boots, untuk menjaga pergelangan kaki agar tidak tergelincir saat berhenti dan saat akan menjalankan motor Harley-Davidson. Keempat, sarung tangan, untuk melindungi tangan dari gesekan aspal. Kelima, helmet, untuk menjaga kepala dari benda-benda asing, binatang, maupun dari benturan saat terjadi kecelakaan. Dan keenam, kacamata, untuk melindungi mata dari benda-benda asing dan air hujan.
Para pemilik motor Harley Davidson bukanlah orang sembarangan. Mereka lebih memiliki prestisius dibandingkan dengan pemilik motor jenis lain. Mereka umumnya berasal dari kalangan sosial ekonomi atas atau yang juga dikenal dengan istilah kaum Borjuis. Mereka ini adalah orang-orang yang memiliki kekayaan yang berlebih. Selain itu, para pemilik motor Harley Davidson tergolong dalam konsumen yang sangat loyal. Bagaimana tidak, mereka akan rela menghabiskan banyak uang untuk membeli aksesoris dan juga untuk memperbaiki motor besarnya ketika terjadi kerusakan.
Monday, April 27, 2009
Ambon, Kamis - Belasan pecinta motor Harley Davidson, melakukan tour keliling kota Ambon, Kamis petang, untuk memperkenalkan keberadaan kendaraan antik itu kepada masyarakat sekaligus melihat langsung kondisi ibukota provinsi Maluku yang telah pulih dari konflik sejak 1999.
Tur keliling kota Ambon itu dilepas Sekda Maluku, Ir. Said Assagaff serta Kadis Pariwisata, Drs. Ape Watratan di halaman kantor Gubernur Maluku, selanjutnya berkeliling ke sejumlah ruas jalan utama dan strategis di pusat kota Ambon.
Kehadiran belasan motor Harley itu dalam rangka memeriahkan "Riding Touring Motor" dengan rute mengelilingi kota Ambon dan Pulau Seram yang meliputi sebagian wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dan Maluku Tengah.
Banyak warga terlihat kagum dan tertarik menyaksikan para pengendara beraksi di atas motor antiknya itu, apalagi di sepanjang jalan yang dilalui satu unit mobil Dinas Informasi dan Komunikasi (Infokom) Maluku melalui pengeras suara memperkenalkan kunjungan para pecinta motor besar tersebut, sehingga menarik perhatian masyarakat yang menyaksikannya.
"Keren dan antik sekali motornya. Beta baru pernah lihat dari dekat motor harley davidson yang terkenal itu," kata Elvis, salah seorang warga yang bermukim di kawasan Belakang Soya, kecamatan Sirimau dengan logat Ambonnya yang kental.
Lain lagi, Decky, salah seorang warga Keluragan Wainitu, Kecamatan Nusaniwe yang terlihat terkagum-kagum bersama teman-temannya sambil memperkirakan berapa harga motor unik tersebut. "Kira-kira harganya berapa ya. Sayang sekali kalau bodi motornya lecet dalam kegiatan ini, pasti banyak uang yang dikeluarkan pemiliknya untuk memperbaikinya," ujarnya.
Para pecinta motor besar termasuk dua orang wisatawan asal belanda yang juga mengendarai harley terlihat melambaikan tangannya kepada warga Kota Ambon di sepanjang yang dilewati.
Selain mengelilingi Kota Ambon, para pencinta motor harley juga mengunjungi tiga objek wisata pantai di Semenanjung Nusaniwe, Kota Ambon yakni pantai Namalatu, Santai Beach serta pantai Pintu Kota untumk menyaksikan indahnya pemandangan alam terutama saat matahari terbenam serta menikmati air laut dan pasir pantai yang bersih dan bebas polusi sambil menikmati aneka jajanan yang ditawarkan.
kadis Pariwisata Maluku, Drs. Ape Watratan, secara terpisah mengaku, sedikitnya 30 orang pencinta olahraga motor besar bersama sejumlah rekan lainnya dari Jakarta tiba di Abon kamis (6/7) pagi untuk memeriahkan "Riding Touring Motor" yang merupakan kerjasama Pemprov Maluku bersama Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) dengan tema "Kepedulian Sosial Maluku 2006".
"Event ini tercatat baru pertama kalinya dilakukan di wilayah ini, di mana diharapkan berdampak strategis bagi perkembangan pariwisata Maluku di masa mendatang," katanya seraya menambahkan para pencinta olahraga mahal dan umumnya oleh kalangan elit ini akan diarahkan mengunjungi aneka pesona wisata di Pulau Seram.
Para peserta, dijadwalkan akan memulai perjalan menyusuri ruas jalan trans Seram, Jumat (7/7) dan akan bermalam di Masohi, ibukota Kabupaten Maluku Tengah, yang peletakkan batu pertama pembangunannya dilakukan oleh Presiden pertama RI Soekarno 3 Nopemver 1957, selanjutnya ke kota Piru, ibukota pemerintahan sementara SBB yang dimekarkan dari Maluku Tengah, 7 Januari 2004 lalu pada Sabtu (8/7) baru kembali ke Ambon, Minggu.
JAKARTA – Dengan slogan Full Throtle atau Tancap Gas Penuh, PT Mabua Harley-Davidson (MHD), diler resmi motor Harley-Davidson untuk Indonesia, meluncurkan lima seri motor gede (moge) keluaran 2004 dengan ratusan varian yang dapat dipilih. Motor terbaru ini sekaligus melengkapi model-model yang sudah hadir, yang jumlahnya telah mencapai tidak kurang dari 200 model.
Seri yang diluncurkan adalah seri Touring, Softail, Dyna, VRSC, dan Sportster. Untuk Touring Family terdiri dari model Road King, Road King Custom, Electra Standard, Electra Classic, Electra Classic Screaming Eagle CVO, Ultra Classic Electra Glide dan model Electra Glide Police. Sedangkan untuk Softail Family terdiri dari Heritage Softail Classic, Fat Boy dan Sportster mencakup model Sportster 1200 Custom, Sportster 1200 Roadster, Sportster 883 dan Sportster 883 Custom.
Menurut Willy A.Tjondrodiputero, General Manager PT Mabua Harley-Davidson, tahun ini pihaknya menargetkan penjualan sebanyak 220 unit.
“Sebenarnya tahun ini kita konservatif. Tahun lalu kita menargetkan penjualan sebanyak 180 unit tetapi tembus hingga 220 unit. Mudah-mudahan tahun ini bisa lebih banyak,” ujarnya di sela-sela peluncuran motor seri terbaru 2004 di Jakarta, Senin (2/1) malam.
Dari segi harga, Willy menyatakan bahwa motor Harley-Davidson harganya bervariasi. Untuk kelas bawah, seri Sporster banyak diminati. Ia mencontohkan model XL 883 Sportster harganya Rp 159,5 juta/unit, Sportster 883 Custom dijual Rp 175,3 juta on the road. Tercatat model yang termahal adalah FLHTCSE Electra Glide Screamin Eagle yang dijual Rp 495,4 juta/unit.
Willy menambahkan, sekitar 70 persen pembeli motor HD berlokasi di Jakarta lebih menyukai seri Touring karena cocok dipakai untuk weekend dan touring.
Ia optimistis strategi leasing dan financing yang diterapkan oleh perusahaan dapat mendongkrak penjualan. “Sekarang kita punya financing di antaranya dengan Bank Niaga dan ACC (Astra Credit Company). Ini cukup diminati terutama untuk pembeli tipe Sportster yang financing oriented. Dengan uang muka 20 persen selama empat tahun, mereka bisa mendapatkan motor Harley-Davidson,” jelas Willy enteng. (rvs
Jakarta - Operator jalan tol PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menyatakan tetap tidak bisa memenuhi permintaan komunitas Harley Davidson untuk bisa masuk jalan tol.
Masuknya Harley ke jalan tol berlawanan dengan undang-undang jalan bebas hambatan.
"Kami bukan menolak. Tapi memang secara undang-undang jalan bebas hambatan tidak diizinkan kendaraan dengan roda di bawah empat masuk jalan tol," ujar Direktur Utama JSMR, Frans S Sunito dalam paparan di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (25/3/2009).
Menurut informasi yang diterima detikFinance dari seorang anggota komunitas Harley Davidson, para pemilik motor gede seharga mobil ini sedang melakukan negosiasi dengan manajemen JSMR agar mereka diizinkan melalui jalan tol.
Selain komunitas Harley Davidson, para pemilik motor keluaran Piaggio dari Piaggio Club Indonesia (PCI) juga ikutan meminta hak khusus untuk bisa melalui jalan tol.
"Sebenarnya permintaan mereka tidak pas diajukan ke kita, karena ini bukan kewenangan kami. Undang-undangnya memang tidak membolehkan. Memang ada beberapa negara yang mengizinkan kendaraan roda dua masuk jalan tol. Tapi disini tidak bisa. Jadi bukannya kami tidak mau memenuhi permintaan mereka," jelas Frans.
Kendati demikian, Frans mengatakan para pemilik motor tersebut masih melakukan pendekatan agar permintaannya itu bisa diluluskan.
"Ya kalau dari kami ya itu tadi, ini bukan wewenang kami," ujar Frans.
Sikap Harley
Penolakan Jasa Marga ini tak urung disesalkan kalangan pengguna Harley Davidson. Mereka beralasan di luar negeri saja Harley diperbolehkan masuk tol.
"Kita menyesalkan, lebih baik dilegalkan. Daripada nyolong-nyolong nanti imej masyarakat kita dibilang arogan," kata Sekjen Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Djoko Saturi saat berbincang melalui telepon, Rabu (25/3/2009).
Dia membandingkan, di luar negeri saja pengguna motor besar dibebaskan masuk ke jalan tol, dan hanya di Indonesia saja yang dilarang.
"Umpama dari Kuala Lumpur ke Thailand kita lewat jalan tol, ini tidak masalah," tambahnya.
Diakuinya tim kelompok kerja (Pokja) untuk melobi agar Harley bisa masuk tol sudah dibentuk sejak 3 tahun lalu, dengan dipimpin Menperin Fahmi Idris.
"Yang kita usulkan kapasitas mesin di atas 1.000 CC, bayangkan di luar negeri saja 500 CC. Kemudian masuk jalan tol tidak setiap saat, tapi harus even nasional dan harus dalam pengawalan, tidak seenak-enaknya sendiri," urainya.
Lalu bagaimana dengan adanya penolakan ini? "Kita tunggu saja. situasinya mau pemilu, kita redam dahulu," tutupnya.
Sunday, April 26, 2009
Kita semua tahu, menunggang sepeda motor tanpa helm sungguh perbuatan nekad dan melanggar hukum berlalu lintas. Namun apa jadinya bila polantas memberikan ijin "copot helm" bagi 200 motor besar sekelas Harley Davidson meraung bak hendak melakukan "fogging" di jalan raya Perth, Australia?.
Dengan pengemudi rata-rata bertampang sangar, berjaket kutung kulit hitam dengan paku bertempelan di sana sini, rantai bergelantungan menyaingi penjaga malam pabrik, bersepatu lars lantas menerobos lampu merah bak pejabat tinggi negeri.
Apalagi mereka berkumpul disebuah tempat angker bernama kuburan. Tentu ada alasan tertentu sampai kekecualian ini diberikan.
Bermula dari kematian Les Hoddy, pimpinan brandal kelompok Gypsi Joker yang ditakuti di Australia, pada usia 56 tahun, akibat serangan jantung mendadak.
Kebiasaan dalam geng kendaraan bermotor, bilamana ada anggota yang "jatuh", alias meninggal, apalagi pimpinannya, akan dilakukan prosesi melayat dan mengantar ke pemakaman. Saat keberangkatan dari rumah duka ke pemakaman tiap anggota diwajibkan melepaskan helm mereka menggantinya dengan bandana (ikat kepala). Setibanya di pemakaman barulah helm dikenakan. Ketika memberikan doa dan penghormatan terakhir di depan jenazah dilakukan angkat topi (dubbed tipping) seperti yang sering dilihat dalam film mafia Amerika.Nama Hoddy sudah tidak asing di pihak kepolisian pada awal 1970-an. Ia memang kelompok hitam. Bukan hanya di Perth, namanya ditakuti sampai New Zealand, Afrika sampai Amerika. Setelah kematiannya, seluruh harta bendanya disita oleh kepolisian anti kriminal.
Yang menguatirkan pihak kepolisian, di antara para takziah-wan dan wati nanti akan hadir geng Coffin Cheater dan geng Deroes. Kedua kelompok ini merupakan seteru satu sama dan sering berlanjut dengan acara dar-der-dor. Beberapa waktu berselang Andrew salah satu anggota kawanan Deores tertuduh melakukan penembakan di salah satu hotel kawasan Bunbury. Ini luka lama sebab pada 1998 Andrew juga tersangka dalam penyerangan musuhnya sehingga mengakibatkan kematian pentolan Coffin Cheater, Marc Chabriere.
Tapi untuk sementara kedua kelompok harus mengubur kapak perangnya sebagai rasa hormat terhadap keluarga si mati. Sekalipun demikian, ratusan polisi tak kurang siaga menjaga hal yang tak diinginkan terjadi.Tidak dijelaskan apakah ijin hat-off yang diikuti 400 anggota geng hanya berlaku sampai di pemakaman. Apakah mereka masih diperbolehkan menerobos lampu lalu lintas dan melepas helmnya? Usai penguburan?.
Para politisi oposisi langsung memblowup "kalau dalam pemilihan umum kelak saya terpilih, saya akan hapuskan aturan yang tidak masuk akal itu." - sekalipun pada kenyataannya ritual ini bergeming padahal walikota silih berganti. Tidak disangkal, polisi kadang mendapat pasokan informasi berharga dari mulut para anggota geng."A lot peoples are not very happy," demikian diutarakan Linda, cewe resepsionis Hotel ketika saya menanyakan lokasi pemakaman. Maksudnya mengapa polisi harus kerlipan mata dengan geng motor. Belum lagi kalau salah satu anggota terprovokasi lalu senjata saling menyalak. Maklum di mata mereka tidak semua pengemudi Moge seperti Thukul Arwana.Untunglah semua yang dikuatirkan tidak terjadi. Setidaknya para "biker" memegang janji mereka untuk tidak membuat keonaran.
Read More......
Telah menjadi rahasia umum, motor Harley Davidson di mata masyarakat awam dinilai sebagai simbol-simbol arogansi dan eksklusivitas. Penilaian miring itu muncul lantaran visualisasi yang selama ini terjadi dalam masyarakat. Saat tour selalu dikawal beberapa mobil Patwal Polda Jatim, misalnya. Atau saat ditunggangi secara individu selalu menyedot perhatian.
Selain itu, tempat kumpul para biker Harley hampir selalu di cafe-cafe mahal, seperti di Cafe Bean, Tunjungan Plaza 4, yang harga segelas kopinya bisa untuk membeli seteko kopi di warung PK-5.
Penilaian negatif yang berlebihan itu, bagi para biker HD dianggap angin lalu. Tak membutuhkan tanggapan dan pelayanan. Namun tidak demikian bagi biker nasional Herry Prayitno. Pendapat miring masyarakat itu, kata mantan salah satu manajer area pabrik rokok HM Sampoerna ini, harus ditanggapi dan dikoreksi. Pasalnya pendapat miring tersebut jika dibiarkan bergulir berpeluang membangun bola salju argumentasi yang berdampak negatif bagi komunitas Harleymania.
"Penilaian negatif masyarakat selama ini salah. Komunitas Harleymania saat tour memerlukan kawalan Patwal, tidak sekadar untuk memuluskan rombongan kami. Namun lebih untuk menyelamatkan pemakai jalan raya lain," kata bapak dari dua orang anak ini di lobby Discovery Kartika Plaza Hotel, Kuta-Bali, tempat rombongan Pahlawan Tour 2006 bermalam.
Pendapat pemilik FatboyCustom tahun 2000 dan Electra Glide Standart tahun 2005 ini, dilihat secara teknik dalam mengendarai "kuda besi" produk Milwaukee itu sangat tepat. Bagaimana tidak. Untuk nunggang sebuah HD yang rata-rata memiliki berat sekitar 500 kg itu, bukan pekerjaan gampang. Seseorang yang sudah "pendekar" mengendarai motor Jepang sebesar dan seberat Honda Tiger 200cc, Suzuki Thunder 250cc atau Kawazaki Merzy 200cc, tidak akan langsung mampu mengendarai sebuah Harley. Mereka pasti akan belajar. Paling cepat sekitar 3 bulan, seseorang yang ahli naik motor jantan mampu mengendarai sebuah Harley.
Naik Harley kok butuh belajar sih? Menurut pengusaha warnet Z-Net ini, karena sebuah Harley dengan volume mesin seperti Sportster XL883 yang cuma 883cc pengendaliannya tak beda dengan HD ber-cc diatasnya. Motor ini baru nyaman tunggangannya saat kecepatannya diatas 60km/jam. Pada kecepatan di bawahnya, motor ini akan terasa berat dan pinginnya rubuh terus.
Dari karakter motor yang membutuhkan kecepatan minimal 60km/jam untuk berjalan nyaman, maka sebuah rombongan penunggang Harley memerlukan sebuah jalan yang bebas dari halangan. Pasalnya walau cuma sebuah motor kecil yang nyelonong menghalangi lari sebuah rombongan Harley, di atas kertas dapat dipastikan akan terjadi kecelakan lalin massa yang akan membawa kurban. Kurban tragedi ini minimal patah tulang, sementara buat bagi yang bernasib apes pasti tewas di tempat. Dan, dari tragedi massa itu yang paling apes nasibnya adalah pengendara motor kecil itu, karena motor dan pengemudinya pasti akan menjadi pusat tabrakan beruntun.
"Karena itu, saya mewakili komunitas penggemar Harley Davidson mengharap dengan sangat agar masyarakat tidak memvonis negatif akan prosedur kami saat touring rombongan. Sebab kami tidak ingin kegiatan touring sosial kalender rutin komunitas HDCI harus diwarnai dengan sebuah tragedi," ujarnya.
SEMUA BISA
Tentang penilaian miring lain, bahwa sebuah Harley Davidson divonis masyarakat merupakan salah satu simbol eksklusivitas disaat kesenjangan sosial di Planet Indonesia masih membumi. Ditanggapi salah satu pendiri Fatboy Club Indonesia -klub para pemilik HD Softail Fatboy di Surabaya- ini dengan tertawa ngakak sembari memegangi perutnya yang buncit. Sebab vonis yang ditudingkan masyarakat itu dianggapnya salah kaprah dan tidak memiliki barometer pijakan yang benar.
Memiliki sebuah Harley Davidson, diakui pria romantis berbintang Virgo ini, bukan sebuah hal spesial dan eksklusif. Semua masyarakat yang mampu membeli mobil lansiran baru dengan harga sekitar Rp 200 juta, di atas kertas pasti juga mampu membeli sebuah Harley standar lansiran tahun 1998 s/d 2001. Ironisnya tidak semua anggota masyarakat Indonesia umumnya dan Surabaya khususnya yang mampu membeli mobil seharga Rp 200 jutaan, juga tertarik untuk membeli sebuah Harley. Ini karena seseorang yang "ikhlas" membeli sebuah Harley cuma mereka yang hobbies, sehingga motor yang menjadi simbol kebebasan jiwa pemiliknya ini jumlahnya di Indonesia relatif kecil. Jumlahnya tidak sebanyak mobil seharga Rp 200 jutaan yang merambati jalanan di seluruh Indonesia.
"Mungkin gara-gara jumlah Harley yang beredar di seluruh Indonesia ini cuma sedikit, maka masyarakat menilai harga sebuah Harley lebih mahal dari sebuah mobil. Kalau perbandingan harga Harley dengan mobil tahun produk 1998 ke bawah, perbandingan ini yang tidak bisa saya jawab. Sebab perbandingan harga ini bernuansa tendensius, sehingga tidak membutuhkan jawaban apapun," kata penggila Harley yang terobsesi memiliki sebuah Ultra Classic untuk melengkapi koleksi motornya.
Kendati demikian, pria yang merasa tak akan bisa meninggalkan kegilaannya nunggang Harley ini, tidak bisa menolak jika harga sebuah Harley bisa menembus harga Rp 600 juta saat dalam kondisi custom -istilah modifikasi asesoris atau body di dunia Harley. Apalagi jika asesoris yang ditempelkan produk Genuine HD atau Screaming Eagle tahun terbaru. Ini karena prediksi harga Harley custom itu ada buktinya, yaitu Fatboy miliknya. Bandrol nilai yang menempel pada motor kesanyangannya itu sekitar Rp 650 juta. Melesatnya bandrol nilai itu terdongkrak oleh aktivitas custom yang dilakukan selama ini. Dengan menempelkan asesoris Genuine mulai dari tutup pentil ban di bagian bawah hingga kaca spion di bagian atas yang nilai totalnya mencapai Rp 400 juta, di atas kertas dapat dipastikan Fatboy-nya tak akan laku dilego.
"Prediksi saya tentang nasib Fatboy kesayanganku itu, karena gak bakalan ada biker Indonesia yang iklas untuk melegonya dengan harga Rp 650 juta-an. Karena itu, saya akan melakukan custom lagi pada tangki dan body motornya dengan airbrush gambar wanita cantik dengan goresan yang sangat futuristik,"katanya. @
Read More......Selain itu, perjuangan HDCI tersebut sebagai solusi kebijaksanaan pemerintah dalam memerangi penyelundupan kendaraan bermotor Harley Davidson atau Motor Gede (MOGE) produk Jepang dan Eropa via Batam, Malaysia, Singapura, atau daerah lainnya.
"Kami sebagai pengurus HDCI Pusat sangat heran dengan jalur kebijakan birokrasi di negara ini. Keinginan tulus kami untuk memberikan pemasukan dengan cara legalisasi bea masuk tertunda atas beberapa Harley Davidson anggota kami atau bukan, ternyata belum juga mendapatkan sambutan gembira," kata Sekjen HDCI Pusat, Djoko Santuri saat dihubungi via handphone-nya, beberapa hari lalu.
Seandainya proses legalisasi bea masuk tertunda atas kendaraan Harley Davidson yang berkeliaran di Indonesia berlangsung mulus. Menurut pria berambut putih ini, sebuah pemasukan tidak terduga dalam jumlah miliaran rupiah akan mengucuri kas negara. Selain itu, juga memberikan sebuah pendapatan tetap pajak tahunan untuk masing-masing daerah, tempat keabsahan tersurat atas motor-motor produksi Milwaukee, Amerika Serikat, itu berada.
Jumlah pendapatan tidak terduga yang berpeluang masuk ke dalam kas negara itu, dikatakan, untuk setiap motornya akan memberikan pemasukan sekitar Rp 34 juta. Sehingga untuk se-Indonesia diprediksikan akan menghasilkan pendapatan sekitar Rp 700 miliar untuk pengurusan BBN (Biaya Balik Nama), sementara untuk pajak tahunan yang bisa diserap daerah se-Indonesia sekitar Rp 150 Miliar.
"Jika keinginan HDCI mengurus legalisasi bea masuk tertunda ini segera terealisasi, saya yakin kerepotan pemerintah pusat dan daerah dalam mendanai pemberantasan kemiskinan akan mendapatkan solusi," tambahnya.
Sedangkan target pertama perjuangan legalisasi bea masuk tertunda itu, diakui Djoko, adalah deretan Harley bodong lansiran tahun 1998 kebawah saat di Indonesia belum berdiri dealer resmi HD. Dari jumlah Harley lansiran 1998 kebawah yang diprediksi sekitar 2500 buah itu, di atas kertas kas negara akan mendapatkan pendapatan dari biaya BBN sekitar Rp 85 miliar.
DITINJAU ULANG
Pengurus HDCI Pusat hingga saat ini, menurut Djoko Santuri, tidak mengetahui alasan pasti sulitnya mengajukan legalisasi bea masuk tertunda tersebut. Sehingga para pengurus memiliki wacana bersifat asumsi, bahwa sulitnya pengurusan legalisasi tersebut terimbas oleh kegagalan pemutihan yang ditawarkan pemerintah berdasar SK 1410 tahun 1996. Penerbitan SK tersebut diharapkan pemerintah mampu menjaring para pemilik MOGE untuk melakukan pemutihan. Target yang dicanangkan MOGE yang diputihkan pemiliknya dapat mencapai jumlah di atas 1500 buah.
Ironisnya sejak diterbitkan tahun 1996 sampai 1997 jumlah MOGE yang keabsahannya diputihkan pemiliknya cuma mencapai sekitar 800 buah saja, sehingga pada tahun 2004 lalu proses pemutihan itu dihentikan pemerintah.
"Keputusan pemerintah menghentikan proyek pemutihan Moge tersebut perlu ditinjau ulang alasan dan latar belakangnya. Sebab pijakan tidak memenuhinya target pemutihan yang dicanangkan oleh pemerintah itu, sangat kurang tepat digunakan sebagai alasan," ujar mantan biker tahun 1970-an ini.
Karena itu, Djoko mengharapkan hendaknya pemerintah kembali membuka kesempatan pengurusan legalisasi bea masuk tertunda itu. Namun, proses kepengurusan tersebut hendaknya angan dipersulit dan terlalu banyak meja, sehingga membuat pemilik HD atau pun Moge yang ada di Indonesia malas mengurus. Selain itu, masa pengurusan tersebut hendaknya dibatasi. Misalnya hanya sepanjang tahun 2007 saja.
"Saat masa pengurusan tersebut habis masanya, maka pemerintah hendaknya bersikap tegas. Pemilik HD atau Moge yang masih bodong langsung sikat saja tanpa pilih kasih. Tidak perduli atas nama pejabat negara atau perwira tinggi TNI atau Polri, motor bodong itu disikat dan diproses di jalur hukum," katanya.
Keuntungan lain dari membuka kembali kran pemutihan tersebut, menurut beberapa anggota HDCI Jatim, seperti Bagus Haryosuseno, Herry Prayitno, Herman, Fogi, Andi, Roy, dan lainnya, pemerintah akan dapat mudah dalam melibas para penyelundup Harley Davidson dan Motor Gede produk Jepang atau Eropa. Cukup dengan setiap waktu menggelar operasi khusus dengan melibatkan pengurus HDCI, IMBI (Ikatan Mobil Besar Indonesia), MBC (Mobil Besar Club), atau klub-klub motor gede lainnya.
Sebaliknya jika pemerintah tidak memberikan kesempatan final dalam melakukan pemutihan tersebut, diyakini Bagus, pemerintah akan mengalami kesulitan untuk membedakan antara HD dan Moge yang bersurat dan yang bodong. Selain itu, pemerintah membuang kesempatan baik memberikan pemasukan tidak terduga untuk kas negara dan daerah, tapi memberi kesempatan berkembangnya penyelundupan Harley Davidson dan Motor Gede di Indonesia.SELAMA dua hari, Sabtu (17/3) dan Minggu (18/3), kota Surabaya akan diasapi sekitar 400 Harley Davidson dan Motor Gede berbagai merk milik para biker dari seluruh Indonesia.
Kehadiran para biker itu bukan untuk mengacak-acak kota Surabaya, yang akhir-akhir panas oleh polemik seperti anak-anak dari para wakil rakyat Fraksi PKB dari kubu Choirul Anam dan Imam Nahrowi. Kehadiran para biker se-Indonesia untuk merayakan Ulang Tahun klub The Guardian Angel, klub penggila Harley Davidson termuda di Surabaya, yang kedua.
"Kabar terakhir yang masuk ke sekretariat panitia, klub yang hadir antara lain Brotherhood Bandung, Harleymania Bali, Jakarta, Jepara, Madiun, dan masih banyak lagi. Selain itu, klub-klub motor gede yang ada di tanah Jawa, juga telah memastikan akan meramaikan acara Sunday Biker Party yang kami gelar," kata Taufik Rachman, Humas panitia Sunday Biker Party saat bertemu di kantor PWI Jatim Jl. Taman Apsari, Surabaya, Kamis (15/3).
Pesta para biker ini akan diawali dengan acara welcome party dan beberapa acara hiburan, serta basar biker di lokasi eks- Bandara Juanda, Waru, Sabtu (17/3) pagi hingga petang. Selain itu, beberapa hari ini, menurut dia, panitia sudah melakukan bakti sosial ke beberapa panti asuhan di Surabaya.
Rencananya lainnya para peserta pada hari Sabtu akan diajak mengunjungi pengungsi korban lumpur Lapindo. Sehingga para biker se-Indonesia mengetahui dengan mata kepala sendiri akan penderitaan para korban Lapindo, yang nasibnya masih terombang-ambing.
Sedangkan pada hari Minggu (18/3), dikatakan pria berdarah Madura ini, peserta akan diajak roll rider keliling kota Surabaya. Acara keliling kota Surabaya itu juga sebagai ujud partsipasi The Guardian Angels terhadap program safety riding, yang selama ini menjadi program kepolisian. Dengan program ini diharapkan para pecinta Harley Davidson, motor klasik, moge ataupun motor lainnya semakin taat ketika berada di jalan raya.
Selain biker peserta Sunday Biker Party dan anggota The Guardian Angels, acara tersebut juga akan diikuti Ketua Umum HDCI Pusat, Letjen (Purn) Suyono. Orang nomor satu di HDCI ini diharapkan memimpin rombongan saat roll rider keliling Kota Pahlawan. Walikota Bambang DH kemungkinan besar juga berpartisipasi dalam acara ini, karena kehadiran orang nomor satu di Surabaya itu sudah dipastikan oleh ajudan dan bagian protokoler Pemkot Surabaya.
Puncak acara di lokasi eks Bandara Juanda, Waru - Sidoarjo, setelah melakukan roll rider keliling surabaya, Sunday Biker Partay akan menampilkan sejumlah acara olahraga, lomba adu ketangkasan seperti slow rider, kreasi motor besar dan agenda lainnya, juga acara hiburan yang dipandu Indro Warkop yang dikenal penghobi Harley Davidson. Juga Joe Project Pop, yang sama-sama harleymania.
"Ke depannya acara Sunday Biker Party diharapkan bisa masuk agenda resmi HUT Kota Surabaya. Even yang diikuti para biker seluruh Indonesia ini dapat dikaitkan dengan program Sparkling Surabaya yang selama ini menjadi ikon wisatawan di Kota Pahlawan," ujar pemilik Road King tahun 2000 ini. @
JAKARTA - Meremajakan koleksinya untuk pasar Indonesia, Mabua Harley Davidson Indonesia (MHDI) selaku pemegang hak jual motor Harley di Indonesia meluncurkan model 2009 akhir pekan lalu di Jakarta.
Seluruh model atau sebanyak 24 varian Harley dirombak penampilan dan fiturnya, sehingga menambah kenyamanan siapa saja yang menungganginya.
"Ini merupakan komitmen kami untuk terus melayani para pecinta motor Harley khususnya di Indonesia. Peminat Harley menunjukkan pertumbuhan daru tahun ke tahun," ungkap Irvino Edwardly, General Manager Marketing MHDI di sela peluncuran Sabtu (25/10/2008) lalu di Plaza Senayan Jakarta.
Irvino menambahkan, model 2009 merupakan penyempurnaan dari model sebelumnya. Jika pada 2007, HD melakukan perombakan pada mesin dan transmisi. Pada 2008 yang juga bersamaan dengan perayaan 100 tahun HD, seluruh koleksinya sudah menggunakan perangkat rem dari Brembo dilengkapi dengan sistem anti-lock breake system (ABS), serta sistem pengoperasian gas yang sudah tidak menggunakan kawat lagi, namun menggunakan sistem drive by wire melalui sensor.
Sementara untuk model 2009, perubahan di antaranya meliputi penggunaan roda yang lebih lebar, velg dengan castwheel, serta posisi suspensi belakang yang lebih tinggi. Menambah kenyamanan dan keamanan, sasis lebih kokoh serta frame yang lebih panjang.
Mengenai harga, Irvino menjelaskan sebagian besar mengalami kenaikan sebesar Rp5 juta. HDI memasarkan 4 keluarga atau jenis Harley, yaitu CVO, Touring, Softail, dan Sportser. Masing-masing terdiri dari 6 varian. HDI membanderol harga motor Harley dalam kondisi standar mulai Rp178 juta untuk jenis Sporster 883 Low XL 883 L dan yang paling mahal jenis Screamin Eagle Ultra Classic Electra Glide FLHTCUSE4 dengan banderol Rp587 juta.
Read More......
MILWAUKEE - Ribuan pecinta Harley-Davidson dari seluruh penjuru dunia mendatangi festival peringatan 105 tahun Harley-Davidson, sekaligus hari jadi Harley Owner Group ke 25 tahun.
Lebih dari lima hari, Harley-Davidson menyuguhkan sejumlah acara menghibur bagi konsumen, dealer, karyawan termasuk penduduk setempat. Mulai dari special exhibition, carnival dan parade motor yang tak terlupakan.
Tiket pertunjukan sejumlah venue di sepanjang area Milwaukee telah disiapkan sebagai pusat perayaan 105 tahun Harley-Davidson, termasuk sejumlah acara gratis guna menarik perhatian pengunjung yang datang.
"Perayaan Harley-Davidson merupakan event besar yang kami gelar di Milwaukee. Mulai dari hiburan kelas dunia hingga pertunjukan dan acara yang unik, kami pikir semua yang hadir akan menikmati semua ini," ujar Joanne Bischmann, Vice President Licensing and Special Event.
Milwaukee, tidak hanya menjadi kotanya sepeda motor dunia, tapi juga menjadi pusat pertunjukan musik terbaik di jagad raya. Bayangkan saja untuk tujuan tersebut, lebih dari 50 aksi live musik, termasuk kehadiran Bruce Springsteen dan the E Street Band, The Foo Fighters, Daughtry juga Dierks Bentley, tersuguh di sini.
Selain itu, digelar pula Harley Davidson exhibition, semisal aktivitas stunt team, kompetisi uji kemampuan mengemudi dari polisi bermotor, lelang sejumlah barang dari Muscular Dystrophy Association dan pertunjukan Ultimate Fighting Championship.
Puncak perayaan, event yang juga memperlihatkan produk yang akan diluncurkan tahun depan ini. Di tutup dengan parade sekitar 7500 unit motor Harley-Davidson. Pesertanya mulai dari para chapter, polisi bermotor sampai dengan para karyawan Harley-Davidson.
JBDW merupakan event tahunan yang diadakan Jogja Automotive Community (JAC). Dalam kurun waktu 4 Tahun terakhir event ini telah diadakan sebanyak dua kali yaitu pada tahun 2005 dengan tema event Jogja Bike Week 2005 yang dihadiri lebih dari 7000 bikers dari seluruh nusantara dan berhasil memecahkan Rekor Muri dalam kategori konvoi motor terpanjang dimana event ini di sponsori secara penuh oleh Dji Sam Soe (PT. HM Sampoerna Tbk) selaku Sponsor Utama. Selanjutnya seiring dengan dinamika komunitas otomotif khususnya di Jogja, tercetus ide untuk membuat Gathering komunitas motor dan mobil yang akhirnya bernama Jogja Bike & Drive Week 2007 yang diadakan pada bulan Agustus di pelataran Balaikota Jogja. Event ini juga mendapatkan dukungan penuh dari PT.Pertamina (Enduro 4T dan Fastron Pertamina)Walikota Jogja dan BP2KY selaku pihak yang berwenang dalam bidang pariwisata. sebagai pihak yang mensupport event JBDW 2007. Event yang berlangsung (JBW 05 & JBDW 08), keduanya merupakan event otomotif yang selalu mendapatkan dukungan penuh dari
Berangkat dari pengalaman tersebut JAC selaku panitia penyelenggara dan sebagai wadah komunitas otomotif di Jogjakarta berkeinginan untuk selalu mengadakan event serupa setiap tahunnya. Tujuan diadakannya event ini tentunya untuk mempererat tali pesaudaraan (brotherhood.red) antar komunitas motor dan mobil yang ada baik komunitas lokal jogja maupun komunitas di luar jogja. Selain itu event ini juga bertujuan untuk menyemarakkan bidang pariwisata sehingga turut serta menambah pemasukan dari event ini melalui pajak yang akhirnya juga berdampak pada tempat-tempat wisata yang ada di jogja, Hotel serta Restaurant.
Oleh karena itu JAC akan mengadakan event JBDW tahun 2008 yang rencana diadakan (hampir pasti) pada tanggal 22 dan 23 Agustus 2008 di Jogja Expo Center, Banguntapan, Bantul, Jogjakarta. kami segenap pengurus dan panitia mohon doa restu sehingga event ini dapat berjalan sesuai rencana. Besar harapan kami agar semua club maupun komunitas motor dan mobil yang ada di jogjakarta (baik yang sudah tergabung maupun belum) untuk terlibat secara aktif dalam kepanitiaan maupun memberi dukungan dalam bentuk apapun. kami juga membuka kesempatan kepada Perusahaan, Instansi, Organisasi, Komunitas, club, maupun perseorangan yang ingin mensupport dalam bentuk apapun sehingga event ini dapat berjalan sesuai rencana.
Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.
“Sialan tuh orang baru naik Harley segitu aja sombong banget, ayokita kejar ! ” kata pemuda yang nyetir mobil, “ayo !” balastemannya. Mobil itu tancap gas dan berhasil menyalip Harley.
Ngga’ lama kemudian, Harley tersebut berhasil nguber Mobil lagi,dan pengendara Harleynya berteriak “Hoooi ! … Elu udah pernahnaik Harley belum ?”. Dan Harley itu ngebut lagi ninggalin mobil.“Biar mampus tuh orang, gua sumpahin tabrakan lu, belagu amat sih!’ pemuda yang nyetir mobil keki berat.
Rupanya di persimpangan jalan, Harley tersebut tabrakan danpengemudinya ketiban motor sendiri. Setelah tahu yang tabrakanadalah Harley yang ngeledek mereka kedua orang pemuda ini turundari mobil dan menghampiri pengemudi tersebut. “Hoi … elu pernahnaik Harley ngga’ ?” kata pengemudi Harley sambil meringiskesakitan. “Heh, elu tuh udah tabrakan,ketiban motor, masihsombong, mau lu apa sih ?” kata salah seorang pemuda yang bawa mobil dengan sewot.
Lalu pengendara Harley itu ngomong ” Maksudnya, gue mau nanya kaloelu udah pernah naik Harley kasih tahu gua rem-nya dimana !”


