Harley Davidson, Legenda Otomotif Dunia

Monday, April 27, 2009

Harley Davidson kini telah menjadi legenda dunia otomotif yang fenomenal. Keberadaan merek ‘Harley Davidson’ menjadi ikon penting dalam sejarah perkembangan motor besar. Selain unggul dalam hal kecanggihan teknologi, perusahaan pemilik merek tersebut juga memiliki keunggulan dalam strategi pemasaran. Merek ‘Harley Davidson mendapatkan apresiasi yang sangat tinggi dari masyarakat. Hal ini bisa dilihat dari tingkat awareness, adanya asosiasi merek, dan basis pelanggan yang sangat loyal.

Sejarah perkembangan keberhasilan merek ‘Harley Davidson’ cukup panjang. Merek motor besar ini lahir dari ide cerdas dua orang, yaitu William Harley dan Arthur Davidson. Tujuan awal terciptanya motor Harley Davidson adalah untuk menakhlukkan jalan menanjak yang terdapat di wilayah Milwaukee, Winconsin, Amerika Serikat. Motor Harley Davidson generasi pertama tersebut memiliki mesin satu silinder yang memiliki kapasitas 60cc. Namun seiring dengan perkembangan teknologi, motor Harley Davidson kemudian mengalami banyak perombakan untuk mendapatkan kualitas penampilan yang terbaik. Salah satu usaha perombakan tersebut adalah diciptakannya mesin ‘V-Twins’, yaitu mesin dua silinder konfigurasi ‘V’ dengan sudut kemiringan 45° dan kapasitas mesin sebesar 790cc.
Desain motor yang unik, klasik, dan artistik menjadi daya tarik yang kuat bagi penggemar motor Harley Davidson. Daya tarik tersebut memberikan kesan atau citra menawan, gagah, dan eksklusif bagi siapa saja yang mengendarai motor besar tersebut. Motor Harley Davidson sangat cocok digunakan bagi siapa saja yang suka bergaya, sebab motor ini memiliki penampilan yang sangat menarik. Walaupun ukuran motor Harley Davidson relatif besar dan berat, namun sangat nyaman dan ringan saat dikendarai, hampir seperti saat mengendarai sebuah mobil mewah. Selain itu, daya tarik lain motor Harley Davidson adalah suara mesinnya yang khas dan melegenda, yang tidak bisa ditiru secara persis oleh motor jenis apapun.
Motor Harley Davidson memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya berbeda dengan motor-motor besar lainnya. Keunggulan tersebut terletak pada modifikasi dan aksesoris penunjangnya. Modifikasi yang dilakukan pada motor Harley Davidson terus mengalami perkembangan dan kemajuan. Aksesoris penunjang tidak hanya digunakan untuk penampilan motor saja, tetapi juga untuk pengendaranya. Bagi sebagian besar pengendara motor besar tersebut, aksesoris sudah menjadi perlengkapan yang wajib dikenakan saat berkendara.

Ada enam aksesoris yang umumnya digunakan oleh pengendara motor Harley Davidson. Pertama, celana panjang, untuk pelindung dari berbagai macam benda dari depan, gesekan dengan aspal, dan juga knalpot yang sangat panas. Kedua, jaket kulit, untuk melindungi dada dari terpaan angin dan anggota badan dari gesekan aspal. Ketiga, sepatu boots, untuk menjaga pergelangan kaki agar tidak tergelincir saat berhenti dan saat akan menjalankan motor Harley-Davidson. Keempat, sarung tangan, untuk melindungi tangan dari gesekan aspal. Kelima, helmet, untuk menjaga kepala dari benda-benda asing, binatang, maupun dari benturan saat terjadi kecelakaan. Dan keenam, kacamata, untuk melindungi mata dari benda-benda asing dan air hujan.

Para pemilik motor Harley Davidson bukanlah orang sembarangan. Mereka lebih memiliki prestisius dibandingkan dengan pemilik motor jenis lain. Mereka umumnya berasal dari kalangan sosial ekonomi atas atau yang juga dikenal dengan istilah kaum Borjuis. Mereka ini adalah orang-orang yang memiliki kekayaan yang berlebih. Selain itu, para pemilik motor Harley Davidson tergolong dalam konsumen yang sangat loyal. Bagaimana tidak, mereka akan rela menghabiskan banyak uang untuk membeli aksesoris dan juga untuk memperbaiki motor besarnya ketika terjadi kerusakan.

Read More......

Ketika Harley Davidson Keliling Ambon

Ambon, Kamis - Belasan pecinta motor Harley Davidson, melakukan tour keliling kota Ambon, Kamis petang, untuk memperkenalkan keberadaan kendaraan antik itu kepada masyarakat sekaligus melihat langsung kondisi ibukota provinsi Maluku yang telah pulih dari konflik sejak 1999.

Tur keliling kota Ambon itu dilepas Sekda Maluku, Ir. Said Assagaff serta Kadis Pariwisata, Drs. Ape Watratan di halaman kantor Gubernur Maluku, selanjutnya berkeliling ke sejumlah ruas jalan utama dan strategis di pusat kota Ambon.

Kehadiran belasan motor Harley itu dalam rangka memeriahkan "Riding Touring Motor" dengan rute mengelilingi kota Ambon dan Pulau Seram yang meliputi sebagian wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dan Maluku Tengah.

Banyak warga terlihat kagum dan tertarik menyaksikan para pengendara beraksi di atas motor antiknya itu, apalagi di sepanjang jalan yang dilalui satu unit mobil Dinas Informasi dan Komunikasi (Infokom) Maluku melalui pengeras suara memperkenalkan kunjungan para pecinta motor besar tersebut, sehingga menarik perhatian masyarakat yang menyaksikannya.

"Keren dan antik sekali motornya. Beta baru pernah lihat dari dekat motor harley davidson yang terkenal itu," kata Elvis, salah seorang warga yang bermukim di kawasan Belakang Soya, kecamatan Sirimau dengan logat Ambonnya yang kental.

Lain lagi, Decky, salah seorang warga Keluragan Wainitu, Kecamatan Nusaniwe yang terlihat terkagum-kagum bersama teman-temannya sambil memperkirakan berapa harga motor unik tersebut. "Kira-kira harganya berapa ya. Sayang sekali kalau bodi motornya lecet dalam kegiatan ini, pasti banyak uang yang dikeluarkan pemiliknya untuk memperbaikinya," ujarnya.

Para pecinta motor besar termasuk dua orang wisatawan asal belanda yang juga mengendarai harley terlihat melambaikan tangannya kepada warga Kota Ambon di sepanjang yang dilewati.

Selain mengelilingi Kota Ambon, para pencinta motor harley juga mengunjungi tiga objek wisata pantai di Semenanjung Nusaniwe, Kota Ambon yakni pantai Namalatu, Santai Beach serta pantai Pintu Kota untumk menyaksikan indahnya pemandangan alam terutama saat matahari terbenam serta menikmati air laut dan pasir pantai yang bersih dan bebas polusi sambil menikmati aneka jajanan yang ditawarkan.

kadis Pariwisata Maluku, Drs. Ape Watratan, secara terpisah mengaku, sedikitnya 30 orang pencinta olahraga motor besar bersama sejumlah rekan lainnya dari Jakarta tiba di Abon kamis (6/7) pagi untuk memeriahkan "Riding Touring Motor" yang merupakan kerjasama Pemprov Maluku bersama Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) dengan tema "Kepedulian Sosial Maluku 2006".

"Event ini tercatat baru pertama kalinya dilakukan di wilayah ini, di mana diharapkan berdampak strategis bagi perkembangan pariwisata Maluku di masa mendatang," katanya seraya menambahkan para pencinta olahraga mahal dan umumnya oleh kalangan elit ini akan diarahkan mengunjungi aneka pesona wisata di Pulau Seram.

Para peserta, dijadwalkan akan memulai perjalan menyusuri ruas jalan trans Seram, Jumat (7/7) dan akan bermalam di Masohi, ibukota Kabupaten Maluku Tengah, yang peletakkan batu pertama pembangunannya dilakukan oleh Presiden pertama RI Soekarno 3 Nopemver 1957, selanjutnya ke kota Piru, ibukota pemerintahan sementara SBB yang dimekarkan dari Maluku Tengah, 7 Januari 2004 lalu pada Sabtu (8/7) baru kembali ke Ambon, Minggu.

Read More......

Harley-Davidson Seri Terbaru Hadirkan Mimpi

JAKARTA – Dengan slogan Full Throtle atau Tancap Gas Penuh, PT Mabua Harley-Davidson (MHD), diler resmi motor Harley-Davidson untuk Indonesia, meluncurkan lima seri motor gede (moge) keluaran 2004 dengan ratusan varian yang dapat dipilih. Motor terbaru ini sekaligus melengkapi model-model yang sudah hadir, yang jumlahnya telah mencapai tidak kurang dari 200 model.

Seri yang diluncurkan adalah seri Touring, Softail, Dyna, VRSC, dan Sportster. Untuk Touring Family terdiri dari model Road King, Road King Custom, Electra Standard, Electra Classic, Electra Classic Screaming Eagle CVO, Ultra Classic Electra Glide dan model Electra Glide Police. Sedangkan untuk Softail Family terdiri dari Heritage Softail Classic, Fat Boy dan Sportster mencakup model Sportster 1200 Custom, Sportster 1200 Roadster, Sportster 883 dan Sportster 883 Custom.
Menurut Willy A.Tjondrodiputero, General Manager PT Mabua Harley-Davidson, tahun ini pihaknya menargetkan penjualan sebanyak 220 unit.

“Sebenarnya tahun ini kita konservatif. Tahun lalu kita menargetkan penjualan sebanyak 180 unit tetapi tembus hingga 220 unit. Mudah-mudahan tahun ini bisa lebih banyak,” ujarnya di sela-sela peluncuran motor seri terbaru 2004 di Jakarta, Senin (2/1) malam.

Dari segi harga, Willy menyatakan bahwa motor Harley-Davidson harganya bervariasi. Untuk kelas bawah, seri Sporster banyak diminati. Ia mencontohkan model XL 883 Sportster harganya Rp 159,5 juta/unit, Sportster 883 Custom dijual Rp 175,3 juta on the road. Tercatat model yang termahal adalah FLHTCSE Electra Glide Screamin Eagle yang dijual Rp 495,4 juta/unit.

Willy menambahkan, sekitar 70 persen pembeli motor HD berlokasi di Jakarta lebih menyukai seri Touring karena cocok dipakai untuk weekend dan touring.
Ia optimistis strategi leasing dan financing yang diterapkan oleh perusahaan dapat mendongkrak penjualan. “Sekarang kita punya financing di antaranya dengan Bank Niaga dan ACC (Astra Credit Company). Ini cukup diminati terutama untuk pembeli tipe Sportster yang financing oriented. Dengan uang muka 20 persen selama empat tahun, mereka bisa mendapatkan motor Harley-Davidson,” jelas Willy enteng. (rvs

Read More......

Harley Tetap ditolak Masuk Tol

Jakarta - Operator jalan tol PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menyatakan tetap tidak bisa memenuhi permintaan komunitas Harley Davidson untuk bisa masuk jalan tol.
Masuknya Harley ke jalan tol berlawanan dengan undang-undang jalan bebas hambatan.
"Kami bukan menolak. Tapi memang secara undang-undang jalan bebas hambatan tidak diizinkan kendaraan dengan roda di bawah empat masuk jalan tol," ujar Direktur Utama JSMR, Frans S Sunito dalam paparan di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (25/3/2009).
Menurut informasi yang diterima detikFinance dari seorang anggota komunitas Harley Davidson, para pemilik motor gede seharga mobil ini sedang melakukan negosiasi dengan manajemen JSMR agar mereka diizinkan melalui jalan tol.

Selain komunitas Harley Davidson, para pemilik motor keluaran Piaggio dari Piaggio Club Indonesia (PCI) juga ikutan meminta hak khusus untuk bisa melalui jalan tol.

"Sebenarnya permintaan mereka tidak pas diajukan ke kita, karena ini bukan kewenangan kami. Undang-undangnya memang tidak membolehkan. Memang ada beberapa negara yang mengizinkan kendaraan roda dua masuk jalan tol. Tapi disini tidak bisa. Jadi bukannya kami tidak mau memenuhi permintaan mereka," jelas Frans.

Kendati demikian, Frans mengatakan para pemilik motor tersebut masih melakukan pendekatan agar permintaannya itu bisa diluluskan.

"Ya kalau dari kami ya itu tadi, ini bukan wewenang kami," ujar Frans.

Sikap Harley

Penolakan Jasa Marga ini tak urung disesalkan kalangan pengguna Harley Davidson. Mereka beralasan di luar negeri saja Harley diperbolehkan masuk tol.

"Kita menyesalkan, lebih baik dilegalkan. Daripada nyolong-nyolong nanti imej masyarakat kita dibilang arogan," kata Sekjen Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Djoko Saturi saat berbincang melalui telepon, Rabu (25/3/2009).

Dia membandingkan, di luar negeri saja pengguna motor besar dibebaskan masuk ke jalan tol, dan hanya di Indonesia saja yang dilarang.

"Umpama dari Kuala Lumpur ke Thailand kita lewat jalan tol, ini tidak masalah," tambahnya.

Diakuinya tim kelompok kerja (Pokja) untuk melobi agar Harley bisa masuk tol sudah dibentuk sejak 3 tahun lalu, dengan dipimpin Menperin Fahmi Idris.

"Yang kita usulkan kapasitas mesin di atas 1.000 CC, bayangkan di luar negeri saja 500 CC. Kemudian masuk jalan tol tidak setiap saat, tapi harus even nasional dan harus dalam pengawalan, tidak seenak-enaknya sendiri," urainya.

Lalu bagaimana dengan adanya penolakan ini? "Kita tunggu saja. situasinya mau pemilu, kita redam dahulu," tutupnya.

Read More......